BEBERAPA TAHUN YANG LALU, DI RUBRIK KHAZANAH (PUISI) KORAN PIKIRAN RAKYAT, ANDA AKAN MENDAPATI BIOGRAFI SINGKAT DARI SETIAP PENYAIR BERSAMA PUISI YANG DITERBITKANNYA. SAYANG, HAL ITU TIDAK ADA LAGI SEKARANG. ENTAH APA ALASAN REDAKTUR MENGHILANGKAN KREDIT ITU. TIDAK ADA YANG TAHU. TAPI SETIDAKNYA TULISAN INI BERUSAHA MENCOBA UNTUK MENJAWABNYA.
Di dalam penciptaan sebuah karya, proses merupakan sebuah keniscayaan.
Kita lambat laun belajar bahwa bakat itu nonsense. Yang ada selebihya,
justru kedisiplinan, kerja keras dan kesabaran. Dengan kata lain, tidak ada karya
mana pun yang dihasilkan dengan cara instan.
Di dunia populer, pengenalan akan
proses sebuah penciptaan sebenarnya sudah berlangsung lama. Ia terpampang di halaman
produksi sebuah buku, di credit title sebuah film, atau bahkan di belakang
jilid sebuah album musik sekalipun.
Tapi, apakah ada yang mau
memperhatikannya (membacanya)? Alih-alih mengetahui bagaimana proses itu
diciptakan lewat tangan-tangan penciptanya, kita justru lebih terlena dengan
karyanya, setidaknya judul buku dan penulisnya, judul film dan aktor utamanya,
atau judul lagu dan penyanyinya. Kita luput—untuk tidak menyebutnya tidak
peduli—memerhatikan bagaimana karya itu dikerjakan lewat sebuah proses yang
panjang, yang melibatkan banyak orang dengan banyak profesi di dalamnya.

