Oleh Firman Nugraha*
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian pengantar, aksara Buda juga memiliki beberapa jenis atau model, sama halnya dengan aksara lain yang ada di Nusantara, khususnya pulau Jawa.
Model pertama adalah sebagaimana yang tampak pada naskah Kunjarakarna (LOr 2266), Arjunawiwaha (L 641), Sanghyang Siksakandang Karesian (L 630), Sanghyang Hayu yang mencakup Serat Catur Bumi (L 634), Serat Buana Pitu (L 636), Serat Sewaka Darma (L 637)dan Serat Dewa Buda (L 638), lalu Sanghyang Raga Dewata, Bima Swarga (L 623), Tatwa Ajnyana (L 1099), dan Dharma Patanjala.

