![]() |
| solopracticeuniversity.com |
Bayangkan sebuah film
dengan plot sederhana, dengan permasalahan yang telah menjadi sangat biasa bisa
dihadapi siapa saja di kehidupan nyata.
Tokoh-tokohnya
membicarakan hal keseharian tanpa pretensi apa lagi dramatisasi. Tak ada tawa
paling bahak atau tangis paling bengis. Tak ada yang terluka dan dilukai
terlebih menderita atau dibuat sengsara. Tak pula ada konflik yang njelimet atau adegan yang mengantar perenungan
mendalam dialami tokoh-tokohnya.
Tokoh-tokoh yang
menerima kenyataan sebagai kenyataan. Apa adanya. Bahkan di akhir film, tak ada
perubahan nasib yang terjadi pada mereka. Semua berjalan biasa-biasa saja. Seperti
matahari yang terbit di pagi hari dan terbenam ketika senja tiba, dan semua
orang mengganggapnya sebagai hal yang biasa.
